Walaupun situasi geopolitik saat ini tak menentu, namun tidak menyurutkan kreatifitas anak bangsa untuk terus berkarya. Natasha Tontey seniman visual yang sempat menampilkan karyanya di Musem MACAN beberapa waktu yang lalu, kembali akan menggelar karya yang bertajuk ‘The Phantom Combatans and the Metabolism of Disobedient Organs’ di Ateneo Veneto, Venice dalam kesempatan Biennale Arte 2026 pada bulan Mei – October mendatang.

Seniman kelahiran 1987 yang lahir dan besar di Jakarta ini, akan mempresentasikan karyanya yang mengangkat tentang Len Karamoy, seorang pejuang perempuan dalam perlawanan Indonesia era 1950-an. Karya ini berakar pada perspektif feminis dan pribumi, diwujudkan melalui instalasi media yang memadukan kosmologi Minahasa, estetika B-Movie campy, serta teknologi imaging kontemporer. Kepiawaiannya dalam menuangkan eksplorasi fiksi sebagai metode untuk berspekulasi didukung pula dengan kejeliannya dalam melibatkan sosok nama yang piawai dalam berakting, yaitu aktris Asmara Abigail yang telah membawa karyanya ke berbagai festival film internasional diantaranya Locarno, Toronto, Sundance, Venice, Palm Springs dan Busan. Bahkan sekaligus penerima penghargaan untuk The Asian Stars: Up Next by Variety Magazine pada 4th International Film Festival and Awards Macao.
Pameran yang direncanakan akan dibuka pada tanggal 5 May 2026 mendatang tentu membuat ekspektasi para pemerhati seni semakin tinggi. Karena Natasha Tontey sendiri telah memiliki perjalanan prestasi yang secara internasional telah dikenal luas. Hal ini terbukti nyata dengan ragam pameran yang telah menampilkan karyanya, diantaranya Singapore Biennale 2022 (Singapore, 2022), Auto Italia (London, 2022), GHOST;2565 (Bangkok, Thailand, 2022), De Stroom Den Haag (The Hague, 2022), Protozone8; Queer Trust di Shedhalle (Zurich, 2022), Transmediale for refusal (Berlin, 2021), dan V&A Museum, London yang baru saja digelar pada Februari 2026 yang lalu.
Penasaran akan seperti apa karya Natasaha Tontey nanti? Tunggu dan nantikan!