Asmara Abigail Ukir Jejak di Malaysia Lewat The Ghost and The Gun

Bare Expose

 

Minggu ketiga bulan Agustus 2026, kembali menjadi momentum menarik bagi aktor Asmara Abigail. Setelah bulan Juli lalu ia menjejakkan kakinya di Bucheon, Korea Selatan sebagai salah satu Jury untuk BIFAN (Bucheon Fantastic Film Festival), kali ini ia menjejakkan kakinya di Kuala Lumpur, Malaysia untuk pemutaran perdana film bertajuk Peluru Senja (The Ghost and The Gun) yang dibintanginya.

 

Film action-drama produksi Malaysia yang bercerita tentang perang berlatar Tanah Melayu tahun 1948 (beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II) mengisahkan dua veteran perang dari pihak yang berbeda namun harus bersatu dalam menyelamatkan sebuah desa di Malaya, sambil menghadapi trauma dan bayang-bayang masa lalu mereka.

 

Dalam film ini Asmara Abigail memerankan tokoh bernama Siti, seorang perempuan Melayu asli Pahang. Film yang diperankan oleh Asmara bersama dengan dua aktor Malaysia yaitu Hazman Al Idrus  dan Fabian Loo ini cukup menguji kemampuan akting Asmara Abigail, pasalnya ia harus menggunakan bahasa Melayu dalam dialek Pahang.

 

Film yang melakukan proses shooting di Bali tersebut akan tayang di Malaysia pada tanggal 28 Agustus 2026 mendatang, yang kemudian akan direncanakan tayang di Brunei. Penayangan perdana yang diadakan di GSC Lalaport, Kuala Lumpur pada 22 Agustus 2026 lalu menjadi saksi bahwa sebuah karya akan menjadi semakin indah bila melibatkan banyak insan perfilman dari berbagai negara.