Hujan Bulan Juni

Common Sense

Jika membaca judul dari artikel ini maka bersiaplah pikiran kita akan melayang pada suatu puisi karya Sapardi Djoko Damono. Sebuah puisi yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 sebagai bagian dari kumpulan puisi berjudul Hujan Bulan Juni. Puisi ini sangat terkenal karena menggambarkan cinta yang tenang, sabar dan penuh ketulusan melalui metafora hujan yang turun pada bulan Juni. Yang mana menjadi sesuatu yang tidak lazim di Indonesia.

 

Lantas bagaimana jika kutipan tersebut menjadi tajuk untuk sebuah koleksi pakaian? Maka tak lain dan bukan bila kalimat seromantis ini menjadi tajuk dari desainer Rama Dauhan. Desainer yang telah berkarya selama lebih dari dua puluh tahun ini, baru saja memperkenalkan karya kolaborasinya dengan sebuah lini ready-to-wear Benang Jarum.

 

Kolaborasi yang menjadi pertama kalinya antara Rama Dauhan dan Benang Jarum ini menampilkan rangkaian busana yang terdiri dari kemeja, celana dan outerwear dengan siluet khas dari Rama Dauhan. Seperti diantaranya detail kerah yang asimetris, hingga motif yang playful seperti stripe dan floral. Selain itu warna yang dipilih pun sangat mencerahkan suasana di musim panas ini.

Acara yang diadakan di restoran Puja Bumi Kenduri ini ditata sedemikian rupa dengan suasana yang intimate. Dihadiri oleh berbagai insan gaya hidup, mulai dari entertainment, fashion dan beragam industri lainnya. Acara ini tak hanya sekedar memperkenalkan koleksi kolaborasi mereka, melainkan juga suatu event yang cukup interaktif, pasalnya dalam acara pagi hari tersebut para tamu undangan yang hadir telah mengenakan koleksi ‘Hujan Bulan Juni’ yang mana Rama Dauhan sendiri mengatakan bahwa maksudnya adalah agar para tamu yang hadir dapat experience secara langsung koleksi tersebut sesuai dengan personal style masing-masing. Sehingga membuktikan kepada khalayak ramai bahwa suatu pakaian dapat dikenakan banyak orang dengan bentuk tubuh dan gaya berpakaian masing-masing.

 

Sehingga jika suatu fashion show yang biasanya selalu memberikan kejutan pada tamu undangan yang hadir, kali ini justru diputarbalikan konsepnya. Karena kejutan tersebut akan diterima sang desainer, karena melihat bagaimana para tamu undangan mengaplikasikan karyanya ke tubuh mereka.  

 

Foto : Dok. @ramadauhandesignstudio