Apa yang membuat perasaan tersebut membekas? Dan apakah yang membuat seseorang harus move on? Setiap orang pasti mempunyai ceritanya masing-masing, dan setiap orang pasti memiliki pengalaman asmara yang beragam. Yang untuk sebagian orang perjalanan asmara tersebut adalah sebuah pelajaran dalam kehidupan.

 

Suatu perjalanan asmara tentu tidak selalu memiliki cerita yang indah dan mulus, pasti bergejolak, berkerikil dan tidak terprediksi. Maka apa yang terjadi di lima, sepuluh atau lima belas tahun mendatang tak akan terpahami. Apakah hubungan itu telah usai atau masih berlanjut, dan apakah masih memiliki perasaan yang sama atau sudah usai, atau mungkin berubah bentuk.

 

Pernahkah Anda diposisikan dengan bertemu mantan yang telah tidak berhubungan lebih dari lima tahun dalam suatu acara. Dan dalam kesempatan tersebut mungkin Anda harus bertingkah natural, berprilaku bahwa cerita kalian yang pernah terjadi di lima tahun yang lalu sudah selesai. Dan bener-benar hanya berprilaku layaknya teman lama. Namun sesantai apapun itu tetap sebenarnya jauh di dalam partikel otak dan memori hati Anda yang paling kecil, Anda mengetahui bahwa perasaan itu tetap ada.

 

Maka sekecil apapun memori itu, semisal hanya 000,1% pasti akan tertarik ke permukaan dan membuat ingatan Anda kembali ke masa-masa romantis bersamanya jaman dulu. Lantas apakah ini yang disebut telah move on? Tidak berjumpa lebih dari lima tahun atau tidak berkomunikasi lebih dari empat tahun nyatanya tak membuat partikel ingatan tersebut padam.

 

Merajut kenangan indah di masa lalu dan kemudian harus berakhir karena suatu kondisi, nyatanya tak akan berhenti hanya karena kisahnya harus berakhir. Tetapi kisahnya harus bergerak ke tempat yang lain. Sekalipun Anda mengatakan pada diri Anda bahwa sudah move on, ternyata arti kata tersebut bukan berarti selesai dan pindah ke chapter berikutnya. Melainkan ia sebetulnya masih ada, hanya perasaannya yang sudah bergerak kearah yang berbeda.

 

Foto oleh: Rulo Davila – Pexels.com