No Effort, No Love

Common Sense

Saya masih ingat ketika tahun 90-an hingga awal 2000-an suasana mal di kota ini dipenuhi dengan ornamen bernuansa Valentine. Ragam pernak-pernik pun ditawarkan untuk menyemarakkan hari kasih sayang tersebut. Mulai dari kartu, bantal, pigura hingga coklat yang bertemakan Valentine’s day. Hari spesial tersebut pun digadang-gadangkan begitu semarak bak hari raya.

 

Salah seorang teman saya yang merupakan pemilik toko kartu ternama di era tersebut pun mengakui hal tersebut, ia mengakui ketika era tersebut momentum Valentine adalah saat membawa pulang uang berkarung-karung. Seiring dunia digital kian berkembang, kebiasaan memberikan hadiah untuk merayakan hari kasih sayang pun mulai ditinggalkan. Entah dikarenakan hadiah tersebut sudah bertukar bentuk menjadi sebuah tas Dior, maka coklat dan kartu kian dianggap tak penting, saya kurang paham. Yang saya tau bahwa kini tradisi untuk orang yang dirundung asmara sudah tak semenarik dulu.

 

Memang menyayangi orang itu tak hanya dilakukan dalam satu hari, melainkan setiap hari. Tapi toh tak ada salahnya juga bila hari spesial disimbolkan dengan sesuatu. Sama halnya seperti memberikan value sendiri dalam sebuah hubungan yang Anda jalani. Karena menjalani hubungan antara dua manusia tidaklah mudah, penuh ups and down.

 

Jika untuk sebagian orang mengatakan bahwa Valentine’s day diperuntukan bagi mereka yang muda saja atau yang baru kasmaran, maka anggapan tersebut adalah salah. Karena manusia semakin bertambah usia justru semakin kompleks, artinya butuh effort khusus untuk seseorang dalam mengenal pasangannya. Setiap hari manusia itu berubah dan tak pernah konsisten. Maka butuh usaha khusus dalam tetap menyalakan api asmara tersebut.   

 

Untuk itulah jangan pernah anggap remeh sebuah hari kasih sayang atau pun suatu bulan penuh cinta. Karena itu adalah penyemangat dalam suatu hubungan, penyemangat untuk membuat hati terus bahagia. Karena sebagai mana suksesnya Anda dalam kehidupan Anda, baik secara pekerjaan, prestasi, penampilan atau apapun itu, kehidupan Anda akan terasa hambar jika tak pernah merasa mencintai dan dicintai.

 

Photo by Brett Jordan-Pexels.com