Stop Selling to Everyone

Common Sense

 

Dalam sisi marketing segala sesuatu yang memiliki daya jual lebih mudah, maka akan dikatakan sebagai suatu produk yang sukses, dan mereka pun menyebutnya komersil. Maka begitu pula dalam ranah fashion, beauty atau entertainment, mereka akan merasa mudah menguasai pasar apabila memiliki karakter wajah dan fisik yang komersial. Namun disisi lain bagaimana dengan mereka yang memiliki karakter unik?

 

Layaknya suatu pakaian, tak hanya segala sesuatu yang dilihat ‘wow’ dari jauh justru memiliki nilai fungsional yang tinggi, semisal gaun Jean Paul Gaultier haute couture A/W 26-27 yang baru saja dilansir, tentu tak memiliki nilai fungsional sama sekali. Karena ia diciptakan hanya untuk kesenangan estetik. Apabila pertanyaannya baju itu akan laku dipasaran, tentu tidak. Tetapi bagi mereka yang memiliki kepentingan untuk sekedar mengapresiasi suatu karya seni dan mengoleksi, tentu item tersebut akan masuk hitungan. Itu sebabnya ia memilki ceruk tersendiri, dan diciptakan hanya untuk sekali.

 

Sementara jika didalam kehidupan manusia, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka yang terlihat jelita dan rupawan dari kejauhan justru memiliki kesempatan lebih besar. Ketampanan dan kecantikan bersifat mutlak dan tanpa tawar menawar. Mereka memiliki nilai prioritas utama untuk menghiasi setiap layar baik cinema hingga smartphone , dan mereka memiliki nilai jual tinggi hingga mudah untuk meraih pendapatan besar.

 

Disisi lainnya, apakah setiap ranah dalam entertainment dapat dikuasai? Jawabannya adalah tidak. Sesuatu yang komersil, belum tentu memiliki nilai karakter yang unik untuk menempati area festival sekelas Cannes, Venice, Busan, Berlinale, Toronto dan beragam festival film lainnya.

 

Itu kenapa setiap manusia diciptakan berbeda-beda dan tidak semua harus dimiliki dalam satu paket. Bernilai komersil belum tentu memiliki karakter. Bernilai box office belum pasti menembus Oscar. Bernilai haute couture sudah pasti tak akan menguasai market retail. Karena pada akhirnya segala sesuatu sudah memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tergantung bagaimana cara memainkan kartunya.

 

Photo: Sora Shimazaki