Art Jakarta kembali digelar pada 2-4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menandai edisi ke-16 pekan seni rupa kontemporer ini. Tahun ini, Art Jakarta menghadirkan 75 galeri, termasuk 19 galeri yang berpartisipasi untuk pertama kalinya. Dengan lebih dari separuh peserta berasal dari Indonesia dan 33 galeri internasional, acara ini menjadi ruang pertemuan bagi seniman, galeri, kolektor, dan pencinta seni dari berbagai negara.
Program Art Jakarta terus berkembang untuk menjangkau beragam praktik dan medium seni. Selain pameran utama, Art Jakarta Gardens berfokus pada karya luar ruang, sementara Art Jakarta Papers memberi perhatian pada praktik seni berbasis kertas. Keduanya telah berlangsung pada Februari dan Mei 2026. Tahun ini, Art Jakarta juga memperkenalkan SCOPE, segmen baru yang didukung oleh Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya untuk mempertemukan enam pekan seni rintisan dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah presentasi khusus dari para Lead Partners turut menjadi bagian dari edisi tahun ini. Julius Baer berkolaborasi dengan perupa Handiwirman Saputra melalui karya dan aktivitas interaktif Kuasa Alam, sementara Bibit dan Stockbit menggandeng Endry Pragusta untuk menghadirkan Lost at Sea, instalasi berbentuk perahu yang mengeksplorasi gagasan adaptasi dan ketangguhan. Treasury berkolaborasi dengan Etza Meisyara lewat Gravity of the Unheld, instalasi multisensori yang mengangkat pemaknaan nilai emas, sedangkan BCA menghadirkan myBCA District One dengan beragam aktivitas interaktif seputar layanan perbankan digital. Kolaborasi lainnya turut mempertemukan seni, desain, dan teknologi, seperti Hutan Kabel karya Agnes Hansella bersama iForte dan Protelindo Group, serta The Curiosity Engine dari TACO bersama Aji Fajar dan Palette Studio.
Berbagai kolaborasi juga mempertemukan seniman dengan merek dari beragam bidang. ALCHEMIST bekerja sama dengan pelukis asal Jepang, Mai Yokoyama, dalam desain booth dan kemasan produk, sementara DJOURNAL menggandeng Darbotz untuk mengembangkan desain, merchandise, menu kopi, dan karya patung. MINI menampilkan kolaborasi bersama desainer Paul Smith melalui permainan warna dan detail khas, sedangkan AIA mempersembahkan The Living Legacy, kolaborasi dengan maestro batik Iwan Tirta yang menyoroti ingatan dan warisan antargenerasi. Di sisi lain, segmen SPOT menghadirkan presentasi seni di luar format booth konvensional, SCENE menyoroti praktik kolektif dengan 39 partisipan, dan AJX memperkuat pertukaran budaya melalui Korea Focus yang menghadirkan 14 galeri dari Korea Selatan.
Rangkaian program Art Jakarta 2026 turut dilengkapi AJ Talk, platform diskusi bersama seniman, kolektor, galeris, dan kurator, serta SCOPE yang menghadirkan enam pekan seni rintisan dari Malang, Pekanbaru, Banyumas, Gorontalo, Bekasi, dan Yogyakarta. Beragam program ini memperlihatkan perkembangan praktik seni rupa kontemporer Indonesia sekaligus membuka ruang bagi seniman dan komunitas dari berbagai daerah untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan mempertemukan berbagai medium, gagasan, dan pelaku seni, Art Jakarta terus memperkuat hubungan antara ekosistem seni Indonesia dan jaringan seni rupa internasional.
Foto: Dok. Art Jakarta 2026