4 Gerai Kuliner yang Menawarkan Hidangan Sederhana dalam Konsep Modern!

Beberapa tahun belakangan, jika muncul sebuah kafe atau restoran baru, pasti kebanyakan sudah bisa ditebak konsep interiornya. Bahkan hidangan yang ditawarkan pun beberapa mirip-mriip dengan "toko" sebelah. Dengan dominasi warna putih, kayu, dan marble yang sudah begitu umum! Rasanya, industri ini membutuhkan warna baru, baik dalam hal interior maupun sajian yang ditawarkan. 

Mungkin tidak perlu hadir dengan hidangan gastronomi yang di luar batas nalar. Namun, lebih mengarah kepada hidangan yang berbeda dari yang sudah banyak ditawarkan oleh kafe dan restoran kebanyakan. Bagaimana dengan menikmati hidangan tradisional atau sederhana, namun dengan gaya yang berbeda? Seperti yang ditawarkan oleh empat gerai di bawah ini?

Claypot Popo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Claypot Popo (@claypotpopo) on

Sungguh, butuh konsentrasi yang baik jika Anda ingin mencari gerai Claypot Popo yang terletak di Jalan Sabang. Tidak ada tanda mencolok yang menyatakan bahwa bangunan tua ini menyajikan hidangan khas rumahan yang lezat. Bangunan ini sungguh tampak seperti rumah Popo (sebutan untuk nenek dalam keluarga TiongHoa) di wilayah Pecinan! Rasanya ini memang menjadi upaya branding tersendiri bagi semua cabang yang dimilikinya. Rumah makan ini menyajikan hidangan yang cukup sederhana. Salah satu menu favorit adalah Claypot Siram Telur Mentah yang terdiri atas nasi, daging, jagung, wortel, telur mentah dan disiram dengan kuah kental. Hidangan ini disajikan dengan hot plate yang membuat bagian nasinya agak berkerak dan justru menciptakan tekstur yang unik!

 

Kedai Roti Kobi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Roti Kobi (@kedairotikobi) on

Kedai roti yang satu ini tidak bertele-tele dalam menawarkan menunya. Hanya sesederhana roti gandum yang disertai dengan pilihan topping seperti meses, keju, nougat dan abon. Tekstur dar roti sendiri pun cukup lembut untuk sejenis roti gandum. Anehnya, saya biasa tidak menyukai apapun yang berhubungan dengan kacang. Namun, saya justru terus kembali untuk menikmati roti nougat meses-nya! Silakan juga ciciipi Kopi Mocha di sini! Sungguh, perpaduan yang pas. Dua cabang yang berlokasi di Pluit dan Kelapa Gading ini memiliki konsep interior rumahan yang hangat, membuat Anda semakin menikmati kesederhanaan yang ditawarkan. 

 

Bubur Cap Tiger

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by BuburCapTiger (@buburcaptiger) on

Jika gerai bubur yang biasa Anda nikmati adalah bangunan kios, berbeda dengan yang satu ini. Bubur Cap Tiger by Bubur Ayam Mangga Besar ini benar-benar merupakan konsep versi 'muda' dari Bubur Ayam Mangga Besar. Hidangan yang ditawarkan berupa bubur, ayam rebus, serta beragam topping khas, seperti telur pitan, telur kecap, dan sayur asin. Berlokasi di daerah Senopati, gerai ini menawarkan originalitas dari menu khas Tiongkok yang biasa Anda temukan di daerah kota, namun dalam tampilan yang membuatnya tidak "salah kostum" di Selatan. Warna-warna cerah, seperti merah dan kuning tampak menghiasi beberapa sudut ruangan, tanpa terlihat norak. Kapan lagi Anda bisa #ootd di sebuah rumah makan bubur?

 

DEMIE69

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by DEMIE69 (@demiebakmie) on

Tidak berbeda jauh dari konsep rumah makan lainnya di atas, DEMIE 69 menawarkan hidangan khas berupa mie ayam, dengan pilihan mie karet, keriting dan juga tersedia dalam bentuk mie yamin. Ya, sesederhana itu! Namun, konsep interior yang ditawarkan melalui ruangan berukuran kecil ini sungguh berbeda.Tirai yang digunakan sebagai pembatas dapur dengan meja tamu memberi kesan restoran oriental. Warna biru yang biasa tampak pada gerobak bakmie ayam mendominasi ruangan. Tidak menggunakan mangkok ayam, gerai ini justru menggunakan mangkok keramik dengan perpaduan motif putih dan biru. Gerai ini jelas cocok bagi Anda yang ingin menyantap bakmie otentik, namun tidak ingin terjun ke jalan. You know what I mean!